• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 20.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: (0274) 2882412
  • SMS/WA: 6285292275599
  • admin@dutamedika.co.id
Terpopuler:

Begini Cara Kerja Sonikator

19 December 2017 - Kategori Blog

sonikatorSonikator adalah proses pengubahan sinyal listrik menjadi getaran fisik yang bisa diarahkan ke suatu zat. Sonicator adalah peralatan laboratorium yang vital dan digunakan untuk sejumlah tujuan. Sonikasi biasanya dilakukan untuk memecah senyawa atau sel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Getaran memiliki efek yang sangat kuat pada larutan, menyebabkan molekul mereka pecah dan sel pecah. Contoh utama adalah dalam pengujian DNA, di mana sel-sel yang mengandung informasi DNA dikenai sonikasi untuk memisahkannya dan melepaskan protein DNA sehingga bisa diuji.

Bagian utama dari perangkat Sonikator adalah generator listrik ultrasonik. Perangkat ini menciptakan sinyal (biasanya sekitar 20 KHz) yang memberi kekuatan transduser. Transduser ini mengubah sinyal listrik dengan menggunakan kristal piezoelektrik, atau kristal yang merespons langsung listrik dengan menciptakan getaran mekanis. Getaran ini, berasal dari molekuler, dipelihara dengan hati-hati dan diperkuat oleh sonikator, sampai dilewatkan ke probe.

Probe Sonikator mentransmisikan getaran ke larutan yang disonikasi. Probe ini adalah tip yang disusun dengan hati-hati yang bergerak dalam waktu dengan getaran, mentransmisikannya ke dalam larutan. Probe bergerak naik dan turun pada kecepatan yang sangat tinggi, meskipun amplitudonya dapat dikendalikan oleh operator dan dipilih berdasarkan kualitas larutan yang disonikasi.

Pergerakan probe yang cepat menciptakan efek yang disebut kavitasi. Kavitasi terjadi ketika getaran menciptakan serangkaian gelembung mikroskopis dalam larutan, kantong ruang terjepit di antara molekul yang membentuk dan kemudian runtuh kembali di bawah berat larutan, mengirimkan gelombang kejut kecil ke zat sekitarnya. Ribuan gelembung ini terbentuk dan ambruk terus-menerus menciptakan gelombang getaran yang kuat yang berputar ke dalam larutan dan memecah sel.

Ada tip probe berukuran berbeda berdasarkan proses sonisasi macam apa yang diinginkan. Tip yang sangat kecil akan menciptakan efek kavitasi yang sangat baik dan mudah mengganggu sel-sel sekitarnya, namun akan memiliki area efek terbatas yang berbasis di sekitar probe itu sendiri. Tip yang lebih besar bisa mencapai jumlah larutan yang lebih banyak namun tidak akan menghasilkan reaksi yang begitu hebat.

Sonikator menilai sebagai pengganggu sel yang sangat teliti, terkadang terlalu kuat untuk sel dan protein yang bersangkutan. Jika para ilmuwan perlu menggunakan prosedur yang lebih rumit, mereka biasanya memilih proses tradisional seperti pencernaan enzim (terganggunya reaksi kimia) atau menggiling dengan bahan seperti pasir.

Klik Ikon dibawah ini :

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

chat dengan cs kami

 
Chat via Whatsapp