• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 20.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: (0274) 2882412
  • SMS/WA: 6285292275599
  • admin@dutamedika.co.id
Terpopuler:

Sejarah Perkembangan Kursi Roda di Indonesia

19 December 2017 - Kategori Blog

kursi rodaSejarah Perkembangan Kursi Roda di Indonesia – Kursi roda merupakan alat tolong yang diterapkan oleh orang yang mengalami kesusahan berjalan memakai kaki, bagus dikarenakan oleh penyakit, cedera, ataupun cacat. Alat ini dapat digerakkan dengan ditunjang oleh pihak lain, digerakkan dengan memakai tangan, atau digerakkan dengan memakai mesin otomatis. Diperkirakan konsep pertama dari sebuah bangku roda sudah dihasilkan lebih dari 6.000 tahun yang lalu.

Bukti bahwa evolusi pemikiran manusia sanggup menuntaskan keterbatasan lahiriah manusia sudah terpaparkan dengan adanya sebuah inovasi benda sebagai asisten manusia dalam berjalan adalah bangku roda. Kursi roda untuk pertama kalinya berbentuk inspirasi menurut fungsinya sudah terlihat semenjak tahun 4000 sebelum masehi. Yaitu di dataran Mediterania tempat Basin komponen timur yang diduga sebagai cikal bakal ditemukannya bangku roda.

Beberapa pihak menganggap inovasi itu bukanlah bangku roda dan mereka berargumen itu hanyalah inovasi seputar sebuah furnitur bergerak. Jikalau dikaji lebih jauh lagi, karenanya kita wajib mengakui inovasi di Mediterania ini sebagai permulaan adanya inspirasi dasar dari bangku roda. Temuan seputar menyimpan roda di bawah suatu benda memang tak seperti itu fenomenal bagi pemikiran manusia, melainkan kalau dibayangkan inovasi itu adanya diera yang betul-betul jauh akan sebuah ilmu pengetahuan. Beranjak dari pemikiran masyarakat Mediterania ini kursi roda menjadi hal yang baru bagi peradaban manusia dan mulai memodifikasi fungsi dari furnitur yang dilengkapi roda.

Perkembangan bangku beroda sejak terlihat di dataran Mediterania ini terus berlanjut dari masa ke masa. Untuk yang akan terjabarkan disini yaitu kelanjutan perkembangannya diseluruh dunia dari berjenis-jenis sudut pandang lazim.

Kursi roda memiliki kecakapan untuk pertama kalinya sebagai asisten manusia dalam memenuhi permintaan kenyamanan manusia, diawali di Yunani. Furnitur beroda yang ada pada ketika itu masih terbuat dari batu dan berbentuk persegi panjang. Pada tahun 530 sebelum masehi furnitur roda hadir di Yunani sebagai daerah tidur berjalan bagi para bayi. Furnitur roda ini diterapkan oleh para bayi pejabat kerajaan, yang mana dialamatkan untuk memberikan kemanjaan yang berlebihan bagi para keturunan raja ini.

Kemanjaan ini bukan cuma bagi bayi kerajaan tapi pula untuk para pejabat kerajaan yang sedang berkuasa. Kerajaan Yunani pada masa abad ke-empat ini telah betul-betul berkuasa dan memiliki keeksklusifan gaya hidup yang elegan. Yunani pada masa ini betul-betul familiar sekali dengan gaya hidup para rajanya yang merasakan anggur diatas furnitur yang beroda. Dari keglamoran para pejabat kerajaan Yunani ini membikin pengenalan furnitur yang dilengkapi dengan roda makin meluas. Mulai dari sini diduga penemuan kreatif furnitur beroda mulai berkembang berbarengan dengan imbas para raja Yunani yang makin meluas keseluruh dunia. Dari Yunani ini menjadi semacam pemicu pemikiran manusia seputar bangku roda dalam keseharian hidup manusia. Perkembangan di Yunani ini juga yaitu perkenalan permulaan akan bangku roda dengan khalayak lazim.

Kursi roda sekarang bukanlah lagi daerah duduk para raja dan ningrat seperti permulaan diketemukannya bangku roda. Kursi roda untuk kebanyakan orang cacat merupakan alat medis yang utama untuk berprofesi, bergerak dan mengerjakan seluruh ragam kesibukan-aktivitasnya. Kelengkapan yang tak ergonomi akan berimbas buruk pada penggunanya. Dikala halnya bangku, seandainya bangku roda yang diterapkan tak ergonomi karenanya akan memunculkan gangguan kesehatan.

Penerapan ini, untuk mengantisipasi adanya ketidakserasian antara bangku dengan ukuran tubuh penggunanya karenanya pilihan pemecahannya merupakan dengan pemakaian bangku yang pantas (ergonomis) dengan perawakan tubuh. bangku roda yang ergonomis bisa mencegah lebih dini berjenis-jenis gangguan kesehatan, menyusun sikap tubuh yang benar (posisi duduk), mengurangi kelelahan, lebih berpusat, dan kesudahannya secara keseluruhan akan bisa meningkatkan sumber tenaga manusia untuk lebih berkwalitas bagus dari segi derajat kesehatannya ataupun pada peningkatan produktivitas dari pengguna bangku roda.

Klik Ikon dibawah ini :

There are no comments yet, add one below.

Berikan Komentar/Review Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Form yang wajib di isi ditandai *

chat dengan cs kami

 
Chat via Whatsapp